This year is full of blessed . .
sempat terpikir oleh naluri manusia biasa saya . .
"MENGAPA TUHAN TIDAK MENGABULKAN DOA SAYA?"
awal tahun hingga pertengahan tahun merupakan cobaan terberat hidup saya, kehilangan teman, pacar, gebetan, nilai tidak keruan, merasa salah masuk jurusan dsb . . mungkin hidup saya saat itu hanyalah berkeluh dan berkesah, marah kepada keadaan dan memandang semua dengan cara yang picik . .
Dan kembalilah saya kepada Tuhan saya . .
kembalilah saya untuk meminta . .
dan bertanya apa yang salah dengan saya . .
dan merenungi apa dosa saya . .
dan hasilnya nihil . .
Tuhan tidak memberikan apa-apa,
Tuhan juga tidak menjawab apa-apa ,
Tuhan tidak menyelesaikan apa-apa . .
tetapi Tuhan memberikan anugerahnya, Tuhan saat itu memberikan kemampuan terbesar dan kesempurnaan manusia . . Tuhan memberikan saya akal sehat . .
Tuhan memang tidak memberikan apapun saat itu,
Tuhan hanya memberikan saya "clue2",seperti potongan puzzle yang saling menyambung dan membentuk mozaik-mozaik indah berlabelkan RASA PENUH PENGERTIAN .
Pengertian apa ? pengertian bahwa hidup memang tidak mudah, bahwa kita memang ditujukan untuk membuat suatu frame kehidupan dimana apa yang kita kejar dinamakan "happy ending" , tapi apa yang saya lakukan untuk mengejar mimpi 1000000% salah . Kadang saya beranggapan kok hidup saya seperti lagi balap karung ya ? semua ingin saya kejar , semua ingin saya dapatkan . .
dan sumber dari semua rasa sesal dan masalah pada awal hingga pertengahan tahun adalah . . Kurangnya rasa menerima . .
Sebenarnya untuk meraih apa yang dinamakan happy ending itu bukanlah untuk memiliki segalanya, namun keseimbangan dari yang dimilikinya . .
Seimbangkan segalanya dan lihat hasilnya . .
NOW ? my life is sooo much better . .
hubungan dengan teman menjadi sangat sangat membahagiakan (walau harus berhadapan dengan manusia berotak baja berbadan marshmallow), dengan mantan pacar juga membaik, kuliah saya begitu bermakna and so on and so on . .
Tuhan memang tidak langsung menjawab doa kita,
Beliau memberikan kita sedikit potongan, kemudian potongan kembali . .
dan saat kita bisa menyatukan potongan tadi,
jadilah sebuah gambar luar biasa indah bernama . .
KEAJAIBAN
Rabu, 22 Mei 2013
Selasa, 21 Mei 2013
jika wanita menangis
Jika seorang wanita menangis dihadapanmu
Itu berarti dia tak dapat menahannya lagi.
Jika kamu memegang tangannya saat dia menangis,
Dia akan tinggal bersamamu sepanjang hidupmu.
Jika kamu membiarkannya pergi,
Dia tidak akan pernah kembali lagi menjadi dirinya yang dulu.
Selamanya... .
Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,
Kecuali didepan orang yang amat dia sayangi.
Dia menjadi lemah.
Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,
Hanya jika dia sangat menyayangimu, dia akan menurunkan rasa egoisnya
Jika seorang wanita pernah menangis karena mu,
Tolong pegang tangannya dengan pengertian.
Dia adalah orang yang akan tetap bersamamu sepanjang hidupmu.
Jika seorang wanita menangis karenamu, tolong jangan menyia-nyiakannya.
Mungkin karena keputusanmu, kau merusak kehidupannya.
Saat dia menangis didepanmu,
Saat dia menangis karnamu,
Lihatlah matanya....
Dapatkah kau lihat dan rasakan sakit yang dirasakannya?
Pikirkan....
Wanita mana lagi yang akan menangis dengan murni, penuh rasa sayang,
Didepanmu dan karenamu.... ..
Dia menangis bukan karena dia lemah
Dia menangis bukan karena dia
menginginkan simpati atau rasa kasihan
Dia menangis,
Karena menangis dengan diam-diam tidaklah memungkinkan lagi.
Jika seorang wanita menangisi hatinya untukmu,
Dan semuanya karena dirimu.
Inilah waktunya untuk melihat apa yang telah kau lakukan untuknya,
Hanya kau yang tahu jawabannya.. ..
Pertimbangkanlah
Karena suatu hari nanti
Mungkin akan terlambat untuk menyesal,
Itu berarti dia tak dapat menahannya lagi.
Jika kamu memegang tangannya saat dia menangis,
Dia akan tinggal bersamamu sepanjang hidupmu.
Jika kamu membiarkannya pergi,
Dia tidak akan pernah kembali lagi menjadi dirinya yang dulu.
Selamanya... .
Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,
Kecuali didepan orang yang amat dia sayangi.
Dia menjadi lemah.
Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,
Hanya jika dia sangat menyayangimu, dia akan menurunkan rasa egoisnya
Jika seorang wanita pernah menangis karena mu,
Tolong pegang tangannya dengan pengertian.
Dia adalah orang yang akan tetap bersamamu sepanjang hidupmu.
Jika seorang wanita menangis karenamu, tolong jangan menyia-nyiakannya.
Mungkin karena keputusanmu, kau merusak kehidupannya.
Saat dia menangis didepanmu,
Saat dia menangis karnamu,
Lihatlah matanya....
Dapatkah kau lihat dan rasakan sakit yang dirasakannya?
Pikirkan....
Wanita mana lagi yang akan menangis dengan murni, penuh rasa sayang,
Didepanmu dan karenamu.... ..
Dia menangis bukan karena dia lemah
Dia menangis bukan karena dia
menginginkan simpati atau rasa kasihan
Dia menangis,
Karena menangis dengan diam-diam tidaklah memungkinkan lagi.
Jika seorang wanita menangisi hatinya untukmu,
Dan semuanya karena dirimu.
Inilah waktunya untuk melihat apa yang telah kau lakukan untuknya,
Hanya kau yang tahu jawabannya.. ..
Pertimbangkanlah
Karena suatu hari nanti
Mungkin akan terlambat untuk menyesal,
saya mampu untuk berubah
Ya Allah Ya Rabb-ku . .
Akan kutepati janjiku padaMu disetiap sujudku,
Aku akan lebih baik lagi hari ini . .
Aku akan terus menjadi lebih baik . .
Ini janjiku langsung padaMu,
Saat kepalaku menyentuh tanahMu,
Saat ragaku bersatu denganMu . .
Aku akan lebih baik lagi,
UntukMu dan untuknya yang kau titipkan padaku..
Aku dan janjiku padamu, Allah . .
Akan kutepati janjiku padaMu disetiap sujudku,
Aku akan lebih baik lagi hari ini . .
Aku akan terus menjadi lebih baik . .
Ini janjiku langsung padaMu,
Saat kepalaku menyentuh tanahMu,
Saat ragaku bersatu denganMu . .
Aku akan lebih baik lagi,
UntukMu dan untuknya yang kau titipkan padaku..
Aku dan janjiku padamu, Allah . .
Senin, 20 Mei 2013
cerita sederhana tentang seorang ibu .
she's my mom . . .
dia ibuku . . .
sederhana penampilannya, tapi tidak dengan hati kecilnya . .
biasa parasnya, namun tidak dengan segala nasihatnya . .
Ibu yang saya ingat, tidak pernah berkata secara langsung bahwa ia menyayangi saya . .
tidak pula pernah ia bilang, ia membenci saya saat saya keterlaluan . .
Ibu pula yang seingat saya, tidak pernah lupa bercerita tentang kesehariannya
namun tidak pernah lupa ia bertanya "how's your day love?"
Keluarga saya bukan keluarga yg ekspresif, tidak pernah ada cium pipi sebelum saya kesekolah,
tidak pula ada obralan kata-kata sayang dirumah,
tapi bukan berarti itu tidak ada . . dan tidak berasa . .
Apa yg ibu lakukan untuk saya ?
Ibu akan selalu terbangun pukul 3 pagi, ambil air wudhu dan melaksanakan tahajudnya, tidak pernah absen satu kalipun . .
dan disitu saya tau, ia juga tidak akan pernah absen mendoakan kami semua, anak-anaknya . .
Selepas tahajud itu, ibu akan memasak air untuk membuat minum bagi saya dan ayah . .
segelas kopi untuk saya, dan segelas kopi untuk ayah . .
setiap pagi . .
dan saya tau, saya selalu merasa bersalah jika saya terlalu buru-buru kesekolah dan lupa untuk minum susu "manis tidak hambar tidak" buatan beliau . .
dan saya tau pula, saya selalu rindu akan rasa susunya setiap saya sedang diluar kota atau beliau sedang tidak dirumah . .
Setiap saya bangun pukul 06.00, beliau pasti masih mengenakan mukena,
yaa Ibu memakai mukena itu dari pukul 03.00 pagi, dari ia menunaikan ibadah tahajjud hingga ia berangkat kerja dengan ayah . .
Ibu bilang "rumah banyak nyamuk, kalo pake mukena aman . . " ibu . . ibu . . ada ada saja . . (:
Ibu juga tidak pernah melewatkan menonton acara happy song di indosiar tiap siang, dan bercerita dengan semangat kalau-kalau saat itu saya sedang dirumah . . siapa yang menang, pesertanya bisa menjawab atau tidak dsb . She loves choki a lot, "santun" beliau berkata . .
Ibu pula yang tidak pernah lupa mengingatkan saya untuk shalat dan makan . .
setiap jam makan . .
beliau pandai memasak,
oleh karena itu, Ibu selalu bertanya kepada saya "mau makan apa malam malam nanti?"
setiap malam . . . kecuali kalau ibu membeli masakan lezat dari restoran, biasanya ibu memaksa saya tidak jajan . .
Ibu suka sekali jajan, nampaknya hobbi ini menurun kepada saya,
sayang, itu hanya kenangan . .
ibu sakit sekarang, dan ia tidak boleh makan sembarangan . .
Ohya, ibu saya seorang vegan sejati . .
dari sekitar 10 tahun yang lalu,
setiap malam ibu mengenyangkan isi perut dulu dengan sayuran rebus, lalu menambah asupan zat gizi dan menyempurnakannya dengan nasi . .
daging sangat ia batasi, ia tahu itu tidak sehat bagi kelangsungannya . .
cita-cita ibu ?
ah tidak banyak,
ibu hanya ingin menggendong cucu dari saya . .
makanya ibu sehat ya . . . ade sayang ibu . .
dia ibuku . . .
sederhana penampilannya, tapi tidak dengan hati kecilnya . .
biasa parasnya, namun tidak dengan segala nasihatnya . .
Ibu yang saya ingat, tidak pernah berkata secara langsung bahwa ia menyayangi saya . .
tidak pula pernah ia bilang, ia membenci saya saat saya keterlaluan . .
Ibu pula yang seingat saya, tidak pernah lupa bercerita tentang kesehariannya
namun tidak pernah lupa ia bertanya "how's your day love?"
Keluarga saya bukan keluarga yg ekspresif, tidak pernah ada cium pipi sebelum saya kesekolah,
tidak pula ada obralan kata-kata sayang dirumah,
tapi bukan berarti itu tidak ada . . dan tidak berasa . .
Apa yg ibu lakukan untuk saya ?
Ibu akan selalu terbangun pukul 3 pagi, ambil air wudhu dan melaksanakan tahajudnya, tidak pernah absen satu kalipun . .
dan disitu saya tau, ia juga tidak akan pernah absen mendoakan kami semua, anak-anaknya . .
Selepas tahajud itu, ibu akan memasak air untuk membuat minum bagi saya dan ayah . .
segelas kopi untuk saya, dan segelas kopi untuk ayah . .
setiap pagi . .
dan saya tau, saya selalu merasa bersalah jika saya terlalu buru-buru kesekolah dan lupa untuk minum susu "manis tidak hambar tidak" buatan beliau . .
dan saya tau pula, saya selalu rindu akan rasa susunya setiap saya sedang diluar kota atau beliau sedang tidak dirumah . .
Setiap saya bangun pukul 06.00, beliau pasti masih mengenakan mukena,
yaa Ibu memakai mukena itu dari pukul 03.00 pagi, dari ia menunaikan ibadah tahajjud hingga ia berangkat kerja dengan ayah . .
Ibu bilang "rumah banyak nyamuk, kalo pake mukena aman . . " ibu . . ibu . . ada ada saja . . (:
Ibu juga tidak pernah melewatkan menonton acara happy song di indosiar tiap siang, dan bercerita dengan semangat kalau-kalau saat itu saya sedang dirumah . . siapa yang menang, pesertanya bisa menjawab atau tidak dsb . She loves choki a lot, "santun" beliau berkata . .
Ibu pula yang tidak pernah lupa mengingatkan saya untuk shalat dan makan . .
setiap jam makan . .
beliau pandai memasak,
oleh karena itu, Ibu selalu bertanya kepada saya "mau makan apa malam malam nanti?"
setiap malam . . . kecuali kalau ibu membeli masakan lezat dari restoran, biasanya ibu memaksa saya tidak jajan . .
Ibu suka sekali jajan, nampaknya hobbi ini menurun kepada saya,
sayang, itu hanya kenangan . .
ibu sakit sekarang, dan ia tidak boleh makan sembarangan . .
Ohya, ibu saya seorang vegan sejati . .
dari sekitar 10 tahun yang lalu,
setiap malam ibu mengenyangkan isi perut dulu dengan sayuran rebus, lalu menambah asupan zat gizi dan menyempurnakannya dengan nasi . .
daging sangat ia batasi, ia tahu itu tidak sehat bagi kelangsungannya . .
cita-cita ibu ?
ah tidak banyak,
ibu hanya ingin menggendong cucu dari saya . .
makanya ibu sehat ya . . . ade sayang ibu . .
Si Pipi Rona
- Aku berlari menaiki bukit itu. Sebuah kampung sunyi dikawasan Pariaman, Sumatera Barat. Tidak ada hal spesial dari bukit itu, hanya jejeran pohon pinus dan terkadang aku masih dapat melihat kancil sedang berlari dengan bebasnya. Tapi tidak sesederhana itu untukku, walau aku masih seorang pelajar laki-laki yang duduk dibangku SD.Di bukit yang tinggi itu, aku biasa berlari dari bawah dengan kencangnya. Kadang sengaja menjatuhkan diri ke hamparan rumput yang basah oleh embun pagi atau air hujan, berguling-guling di bawah matahari yang sinarnya menembus dedaunan yang rimbun. Dan tepat dipuncak dari bukit itu, aku biasa duduk sembari menunggu pesawat terbang yang lewat. Ya, hanya dari bukit itu aku bisa melihat pesawat yang melintas dengan jelas. Apakah yang bisa aku perbuat? Aku hanya seorang anak dusun sepi penduduk, yang bercita-cita suatu hari bisa mengemudikan burung besi raksasa itu.Dan bila matahari mulai terik, atau sekiranya Ibu mulai mencariku, aku menuruni bukit itu, lagi-lagi dengan berlari, merentangkan tanganku selebar-lebarnya, berteriak seakan akulah sang pilot. Menuruni bukit dengan ringan seolah terbang, menutup mata dan mengeluarkan gumaman pesawat sembari kembali merajut mimpi. Suatu hari aku harus bisa mengemudikan pesawat.Dan aku kembali menuruni bukit itu, merentangkan tanganku, lalu kembali kerumah.---Bukit itu sekarang hanyalah sebuah kenangan, dusunku yang sepi mulai ramai oleh pembangunan. Bukitku dihancurkan, berganti menjadi beberapa menara pembangkit listrik dan beberapa jajaran pertokoan serta ada kompleks pemukiman baru disitu. Setidaknya itu yang terakhir aku lihat ketika aku pulang kembali ke Pariaman beberapa bulan lalu. Sungguh sebuah pembangunan yang sangat cepat untuk kategori dusun sepi pemduduk seperti itu, tapi baguslah, setidaknya Ibu sekarang tidak terlalu kesusahan ketika ingin mencari bahan pokok untuk Bapak dan adik-adik....Ku kencangkan sabuk pengamanku pada deretan kursi bernomor 18D itu. Memberikan sebaris kabar kepada gadis yang sudah kukenal sejak 8 bulan yang lalu bahwa aku sudah di pesawat, mematikan ponsel yang aku bawa dan mengambil majalah yang tersedia didepanku. Hanya sebuah majalah yang berisi iklan dari layanan penerbangan yang aku tumpangi dan beberapa tempat pariwisata di Indonesia. Masih larut aku dengan isinya, tiba-tiba seorang bapak tua memberikan isyarat untuk masuk menempati kursi disebelahku. Terpaksa aku buka kembali sabuk pengaman itu dan memberikan jalan kepada bapak yang pipinya mulai keriput dan matanya mulai menjadi abu-abu itu. Setelan celana bahan gaya lama dan kemeja serta kacamata tebal juga alat bantu pendengaran yang terpasang di telinganya. Bapak itu tersenyum, mengucapkan terima kasih dengan lembutnya dan duduk disampingku.Sekilas aku melihat, bapak tua itu memangku sebuah tas berukuran sedang, berbahan dasar kulit berwarna coklat yang lusuh. Mengecek isinya, kemudian menutupnya lagi dan kemudian duduk termangu memandang jendela pesawat yang kami tumpangi. Tak lama setelah itu, pesawat kami tinggal landas, dan kami diselimuti keheningan, selain pramugari yang mulai datang menawarkan minuman."Mau kemana, Nak?" Bapak itu bertanya kepadaku, aku tau itu hanya sebuah basa basi untuk mencairkan suasana di penerbangan yang memakan waktu setidaknya 1 jam 15 menit ini, karena bapak itu pasti tau tujuanku adalah kota Padang, sama seperti dirinya."Kerumah orang tua, pak.. Bapak sendiri?" Aku menjawab pertanyaan bapak tua itu. Belum sempat pertanyaanku dijawab, bapak itu membetulkan posisi alat bantu pendengarannya dan mulai bercerita mengapa ia sampai terbang ke Padang dengan kondisi sudah setua itu."Saya rindu istri dan tempat tinggal saya, anak muda.. Makanya saya terbang jauh dari Jakarta untuk menemui beliau.. Sudah lama saya tidak pulang dan menemui Ibu.." Aku hanya mengangguk, mendengarkan seorang bapak berusia kurang lebih 65 tahun yang menceritakan kerinduannya yang amat sangat kepada kampung halamannya dan orang yang dicintanya. Bapak itu mengeluarkan beberapa postcard dari tasnya,kartu pos dari berbagai negara. Menceritakan sejarah serta tulisan-tulisan ringan tentang cinta yang tertulis dibalik kartu pos tua itu. Ah, surat cinta untuk istrinya rupanya."Bapak dulu seorang pilot juga rupanya ya? Wah.." Aku terkagum dengan keromantisan dan isi tulisan di balik kartu pos itu, betapa seorang wanita yang sangat beruntung mendapatkan suami seperti beliau. Bapak itu ku ketahui bernama Sudibjo, dengan istri yang biasa dipanggilnya si pipi rona. Ah indahnya.."Iya, Nak.. Dan saya biasa membeli sebuah kartu pos di negara tempat saya singgah, menuliskan sebait dua bait kalimat untuk istri saya dikampung, memastikan istri saya tidak lupa bahwa ada seorang pria yang harus dinantinya. Jelek-jelek gini saya dulu gagah lho, Nak.." Bapak itu berkelakar, aku berusaha tertawa dan masih memandangi setumpuk kartu pos yang mulai usang dimakan usia itu."Saya juga ingin sekali jadi pilot pak waktu saya kecil. Namun banyak kendalanya, akhirnya ndak jadi pak.."
"Kuliah dimana kamu, anak muda?"
"Di ITB pak, ambil Teknik Kelautan.. Jauh ya pak? Dari yang ingin terbang ke angkasa, sekarang mempelajari lautan lepas.."
"Ah, kamu itu menyia-nyiakan mimpi, kenapa tidak berjuang saja meraih mimpimu, Nak? Bagaimana dengan orang yang kamu cinta? Apa dia sedang menunggumu di bandara?"
"Hmmm.. tidak pak, ia ada di Bandung.. dan saya tidak tau ia menunggu saya kembali atau tidak.." Jawabku sekenanya, seketika otakku dipenuhi oleh sosok seorang gadis manis berambut ikal dan berwajah sendu. Juniorku dikampus walau berbeda fakultas, satu tahun dibawahku. Gadis yang ku kenal ketika tak sengaja berpapasan dengannya di perpustakaan kampus. Sosok yang santun dan ramah kepada semua orang. Dan aku yang terlalu lugu untuk sekedar mengungkapkan kagum. Bodohnya..
"Nak, jadi kamu sudah menyia-nyiakan mimpi, mau dilanjutkan lagi dengan menyia-nyiakan cinta? Belilah sebuah kartu pos, nak ketika sampai di Padang. Tuliskan rasamu dan beri padanya.. Gadis yang pasti cantik itu berhak tau apa yang kamu rasa, setidaknya ia layak tau bahwa ia diperjuangkan pria gagah sepertimu anak muda.."Aku hanya mengangguk, menghormati seorang bapak tua yang memberi saran yang dimata saya konyol. Bertatapan langsung dan mengutarakan cinta saja tidak pasti diterima, apalagi melalui sebuah kartu pos bergambar rumah gadang yang ku beli di kampung halamanku?"Ah anak muda jaman sekarang, ditengah kemajuan teknologi, mereka kadang lupa memaknai goresan tangan sendiri.. Dikira ketikan dan tulisan tangan itu sama apa.." Seolah mengerti apa yang ak rasa, bapak itu kembali berkelakar, membuat saya mengambil jeda beberapa detik untuk sedikit berpikir. Peran teknologi yang maju ini, apakah tidak terlalu kuno bagiku untuk menuliskan surat cinta?"Untuk apa bapak mengarsipkan semua ini?" Tanyaku membuka lagi pembicaraan dengan bapak tua itu. Sembari meminum air putih yang dibawanya, bapak itu menjawab yang membuatku tertegun dengan lumayan lama..
"Nak, ketika ingatanmu dan orang yang kamu cinta terlalu rapuh untuk kembali mengingat, tulisan ini akan mengingatkan kembali, bahwa kita pernah saling mencinta. Ketika tubuh dan raga ini sudah termakan usia, setidaknya, semua tulisan ini bisa menjadi cerita untuk diceritakan kepada anak-cucu kita kelak, mereka bisa membaca kisah cinta orang tuanya, sehingga mereka bisa memaknai cinta dengan lebih dalam, seperti orang tuanya. Jadi ga ada istilah tu kawin-cerai kaya selebritis sekarang itu, Nak.. Ah sudahlah anak muda, kamu masih belum mengerti rupanya. Buat saya mah, tulisan tangan itu penting anak muda, sama pentingnya dengan tulisan tanganmu yang berisi pernyataan cintamu pada gadis impianmu itu.. Jika kamu tidak bilang, kamu tidak akan tau jawabannya, Nak.. Jika ditolak, setidaknya, kamu tidak terbebani oleh rasa penasaran, dan tulisan tanganmu akan selalu ia ingat kelak.."Aku termangu, memikirkan sosok gadis yang ku tinggalkan di Bandung. Berharap ia dapat tau apa yang aku rasa tanpa aku perlu ungkapkan langsung. Ah, benar rasanya kata bapak ini, aku sudah melewatkan mimpiku untuk menjadi pilot, rasanya aku harus mengejar mimpiku untuk bersama dirinya kelak. Rasanya menuliskan sepatah dua patah kata cinta cukup, semoga saja itu bisa membuatnya sadar akan keberadaanku dan membuka pintu hatinya untukku. Semoga saja..Aku mendengar pengumuman dari kabin pesawat bahwa pesawat akan segera mendarat. Aku dan si bapak mulai mengencangkan sabuk pengaman, mengambil posisi duduk tegap seperti yang diinstruksikan hingga pesawat sampai kembali ke daratan. Aku membantu si bapak membawa tasnya yang mulai memudar hingga keluar terminal, dan bertanya..
"Apa Ibu sudah menunggu bapak disana?"
Bapak itu tersenyum, menepuk bahuku dan berkata
"Si Pipi Rona sudah meninggal 10 tahun lalu, anak muda.."
