Rabu, 03 Mei 2017

Fairy tale about Hawa


Kau tahu apa yang membedakan Adam dan Hawa? Adalah ketika ia kehilangan patahan hatinya. Adalah ketika ia memaknai sebuah keikhlasan. Adalah ketika ia memercayai air mata sebagai air surga yang membasuh luka duka.

Lelakiku, duduklah bersama kebahagiaan. Ceritakan pada mereka sebuah dongeng tentang tulang rusuk yang malang; tentang seorang Hawa yang mampu menghangatkan lelakinya sekalipun jauh dari mata; tentang seorang Hawa yang mati hanyut oleh linang air mata sendiri.
Kau bisa menarik cerita dengan memperkenalkan makna satu rasa dalam dua tubuh; Adam dan Hawa. Lalu, hiasi imaji mereka dengan menceritakan indahnya surga; kilat buah quldi yang menyimpan teka-teki kenikmatan, anak pelangi yang harus kau naiki untuk bisa sampai ke hadapan tahta Tuhan, teduhnya pohon Thuba yang biasa mengintip Adam dan Hawa saat sedang berciuman, atau kesukacitaan Hawa ketika merajut pakaian Adam dengan sundus dan istabraq.
Hingga suatu kali mata Adam menangkap keindahan yang dianggapnya melebihi surga. Keindahan yang kini mereka sebut dengan dunia–yang letaknya di seberang sungai jernih menghanyutkan. Satu perahu kokoh hanya cukup membawa Adam ke tepi dunia. Dibiarkannya Adam mencari kebahagiaan di keindahan lain. Sementara Hawa, bernapas dengan janji Adam; tunggulah di sini, Kekasihku. Akan kubawakan kau batu zamrud yang keindahannya tak pernah kau temui di surga.
Oleh karena ketamakan tak pantas bersanding dengan ketulusan, maka tak pernah dipulangkan-Nya Adam pada Hawa; dipisahkan-Nya surga dengan dunia. Sementara Hawa, membuka matanya setiap malam–menengadahkan tangan–memohon pada Tuhan; perintahkan satu bidadari untuk menemani Kekasihku Adam. Aku telah mengikhlaskan kulit wajahnya dilahap jemari bidadari dunia, sebab melalui jemari itu, aku tetap dapat merawat dia dari kejauhan. Dan sudilah Engkau mengasihani Adam yang terkapar sebab kesakitan yang ia ciptakan sendiri.
Tangis Hawa memendungkan awan surga. Sungai jernih nan menghanyutkan tiba-tiba meluap untuk kemudian menguap. Surga hujan rintik-rintik cantik. Dunia ikut basah oleh tumpahan sungai yang turun dengan harmonis; lalu bulir-bulir kembali menyatu di lautan.
Tanpa Adam ketahui, sungai itu adalah jumlah air mata Hawa yang menetes tiap kali ia terbangun tengah malam; meminta agar dipanjangkan-Nya napas sang Adam. Keberhasilan Adam menyeberangi aliran air itu demi mencari kebahagiaan yang lebih, jugalah berkat doa Hawa–tulang rusuk yang lebam.

Rabu, 17 Desember 2014

Kau Adalah Dian


Kau itu Dian.
Kau memang dian.
Bagiku, nyalamu adalah dian.
Dan ini untukmu.
Maksudku, sekali lagi untukmu.
Lagi-lagi untukmu.
Dian,
Kau tahu dilemaku?
Yaitu ketika aku sungguh rindu
Dan kau tidak!
Yaitu ketika aku sungguh merasakanmu
Dan kau tidak!
Sedang aku enggan menjadi pembunuh
Bagi cintaku yang gemuruh
Kau bilang kau juga merindu
Padahal tidak!
Kuyakin kau tidak
Kau hanya suka dibuatkan puisi
Yang lahir dari nyeri dadaku
Karya yang kau bilang itu manis
Adalah wajah hatiku
Yang mencinta sampai babak belur
Aku berhenti sejenak. Mataku pedas,
entah karena lelah atau karena air mata yang tertahan.
Aku sedang malas mengira-ngira.
Lalu beranjak, menuju dapur.
Teh hangat tak pernah marah kujadikan pelarian.
Dan malam seperti berulang
Aku kembali merindumu
Sampai kesal!
Sampai terdesak!
Sampai mau teriak!
Dan hati tetap menolak untuk berhenti,
sekalipun mencintaimu semelelahkan ini.
Sebentar saja,
Aku mau melarikan diri,
Menculik pikiran yang dipenjarai kamu.
Ah,
Terlalu malam untuk menyanyi di hutan
Terlalu jauh untuk teriak di pantai
Jadilah aku berlari diam di puncak
Sesakku ini butuh damai
Butuh kosong
Butuh tak butuh apa-apa

Jumat, 26 Juli 2013

Tuhan Sampaikan Rinduku Padanya

Wahai embun pagi, sampaikan rinduku padanya..
Sejukkan nafasnya, lepaskan sesaknya,
abadikan senyumnya, basahkan serat hidupnya.

Wahai burung camar, sampaikan rinduku padanya..
Nyanyikan dunianya, ceriakan parasnya,
Jagalah langkahnya, damaikan setiap geraknya.

Wahai bunga dan dedaunan, sampaikan rinduku padanya..
Indahkan kegiatannya, warnai lambaian tangannya,
Segarkan pikirannya, harumkan semua tutur katanya.

Wahai matahari, sampaikan rinduku padanya..
Terangi setiap letih nafasnya, hangatkan semua senyum dan tawanya,
Pancarkan aura wajahnya, panaskan kembali setiap letihnya.

Wahai senja yang memerah, sampaikan rinduku padanya..
Tenangkan pikirannya, lembutkan amarahnya,
Dinginkan emosinya, teduhkan semua tatapannya.

Wahai bulan dan bintang, sampaikan rinduku padanya..
Jagalah tidurnya, dekap semua letihnya.
Lepaskan masalahnya, selimuti malamnya..



Wahai Tuhan, sampaikan semua rinduku padanya..
Aku terlalu jauh untuk menggapainya, aku terlalu lemah untuk berlari.
Aku terlalu bodoh untuk berpura-pura, aku terlalu angkuh untuk mengakui..
Aku terlalu takut untuk bercerita, aku terlalu rendah untuk tidak berharap..

Tuhan, sampaikan rinduku padanya..
Melalui setiap penjagaanMu ditiap harinya.
Di tiap pagi, siang dan malamnya.
Di tiap kuasamu pada semua keputusannya.
Di tiap campur tanganmu di semua suka serta dukanya.

Sampaikan rinduku padanya,
amini doanya. Rengkuh semua mimpinya..

Aku hanya ingin melihat dirinya tersenyum untukku..
sekali lagi..

Suatu Hari Nanti..

Jika suatu hari nanti kulitku tak lagi kencang, mataku menjadi sayu dan memburam..
Masihkah kamu tetap ada untukku?

Jika suatu hari nanti ingatanku memudar, aku tak lagi dapat mengingat cerita indah kita..
Bersediakah kamu untuk tetap sabar menceritakan semua?

Jika suatu hari nanti, tanganku tak lagi kuat untuk memeluk dan terlalu lemah untuk berlari..
Maukah kamu untuk tetap menuntunku?

Jika suatu hari nanti, rambutku mulai memutih dan aku mulai mengeluhkan sendi yg sakit..
Masih disitukah kamu untuk tetap membantuku?

Jika suatu hari nanti, aku tak dapat lagi menyanyikan lagu yang biasa kita nyanyikan saat muda..
Tak bosankah kamu untuk menyanyikannya kembali hanya buatku?

Jika suatu hari nanti, aku mungkin sudah tak sanggup membuatkanmu masakan favoritmu..
Apakah aku masih menjadi tempatmu kembali pulang?

Jika suatu hari nanti, hanya air putih yang dapat aku minum karena kesehatanku..
Masih adakah sosok kamu yang menemaniku kala senja?

Jika suatu hari nanti, syarafku sudah tak memungkinkan untuk memoles kosmetik di wajahku..
Tetap adakah kamu yang selalu bilang bahwa diriku cantik setiap pergi kencan?

Jika suatu hari nanti, aku harus memakai alat bantu berjalan..
Apakah senyummu masih tetap sama ketika aku masih memakai Converse?

Jika suatu hari nanti, tulangku mulai melemah dan aku mulai susah melangkah..
Apakah tanganmu masih menggenggam erat tanganku seperti saat aku menggunakan high heels menuruni tangga?

Jika suatu hari nanti, visusku melemah dan aku mulai frustasi mencari barang..
Adakah kamu yang tetap sabar sama seperti saat kamu mengingatkanku untuk tidak lupa membawa kunci rumah dan meletakkan kunci mobil?

Jika suatu hari nanti, memoriku mulai diganggu oleh proses penuaan, dan aku mulai sering marah-marah karena tak dapat memanggil semua kenangan..
Disitukah kamu untuk tetap sabar menghadapiku persis sama seperti saat kamu mengelus rambutku saat aku PMS?

Jika suatu hari nanti, aku sedih dengan keadaanku dan aku memintamu untuk pergi meninggalkanku...
Masihkah ada kamu dengan janjimu yang kamu ucapkan saat muda,
bahwa kamu akan selalu ada?




#NgomongKeBangkuKanan

Selasa, 16 Juli 2013

Kepada Kamu Yang Ku Cintai Dari Jauh

Jika suatu hari kamu rindu dan ragaku terlalu jauh untuk kamu gapai,

berdoalah..
Agar aku dikuatkan, atau kamu diberikan rezeki berlebih untuk menemuiku.

Jika suatu hari kamu merasa tersisihkan karena semua kesibukanku,
mengertilah..
Aku disini berusaha, agar kelak kita bisa bersama dan kita tak perlu bekerja terlalu keras seperti ini, untuk membayar semua waktu saat kita terpisah seperti ini.

Jika suatu hari kamu tidak yakin akan semua yang kita jalani,
berusahalah..
Agar kita bisa diberikan jalan, atau setidaknya diberikan kemantapan hati untuk melalui apa yang sebenarnya begitu ganjil untuk dijalani. Mencintai dari jauh..

Jika suatu hari kamu membuka mata dan mendapati diriku tak ada disana,
bersabarlah..
Akan datang waktu, dimana jarak terjauh dari aku tak dapat melihatmu adalah ketika saling berpunggungan ketika tidur.

Jika suatu hari kamu mencari sosok untuk kamu rengkuh dengan erat dan sempurna,
cobalah tetap tenang..
Biarlah malaikat yang menjaga langkahmu, biarlah sayapnya menggenggammu erat dan membuatmu aman. Aku yakin, malaikat menyayangi mereka yang mencintai tanpa syarat.

Jika suatu hari kamu kebingungan menentukan langkah, sedangkan aku terlalu fana untuk bisa kamu andalkan,
Yakinilah..
Apapun jalan yang kamu ambil, selama untuk kebaikan kita bersama, aku disini akan tetap tersenyum, memberika suntikan semangat melalui setiap permintaanku kepada Tuhanku.

Jika suatu hari kamu merasa semua yang kita jalani tanpa tujuan,
Ingatlah..
Kita pernah memutuskan untuk bersama, saling jatuh cinta dan berharap pada mimpi yang pernah kita bangun. Berkomitmen menjalani semua, dan saling menjaga segala rasa.

Jika suatu hari kamu ingin mengakhiri ini semua,
renungkanlah..
ada kelelahan yang tak dapat kita sembunyikan dalam menjalaninya, tapi akan ada penyesalan yang terukir pasti dan juga tenaga yang terkuras habis apabila suatu saat nanti kita memutuskan berjalan sendiri.

Jika suatu hari kamu lelah,
Percayalah..
Aku masih disini, di tempat kita biasa bertemu, menunggumu datang untuk kembali bercengkrama, walau sesudahnya ada episode baru bernama rindu yang lebih hebat.

Jika suatu hari kamu merasa dadamu hangat,
peganglah..
Itu doaku, agar kamu selalu merasa tenang. Tuhan sedang menyentuhmu, karena pintaku dalam sujudku.


Untuk kamu yang kucintai dari jauh..
bersabarlah..
Aku disini.. Masih ditempat yang sama,
dengan rindu yang menumpuk,
dan cinta yang tak kalah banyaknya..
Aku disini, menunggumu pulang.
Karena kamu, sudah kubuatkan rumah.
Didalam sini.
dalam hatiku, yang selalu tak pernah gagal untuk kamu sentuh
.

Kamis, 20 Juni 2013

Insomnia.

I am falling, universe . . (":

Saya terjatuh semestaku, terjatuh karena gravitasimu . . jelas berbeda. aku terjatuh karena dorongan kamu yang maha dahsyat semesta . . aku terdorong oleh sebuah magnet luar biasa kencang yang kamu kenakan ke kutub aku yang paling dalam . . yang jarang sekali tersentuh , iya semesta kamu menyentuh suatu ruang hampa . . kecil, kecil sekali . . kamu menyentuh amygdalaku, semesta . .

Kamu kirimkan ia ke suatu pesan pribadi twitterku, kamu kirimkan ia untuk menanyakan pin BBM aku . . kamu kirimkan ia untuk sekedar berbagi tawa dan curhat sederhana tentang cinta yang kandas, dan cinta yang sedang berjalan ditempat . . lalu kamu kirimkan ia lagi untuk mendalami lebih dalam tentang omongan bersifat pribadi, kadang nakal, kadang kekanakan dan penuh mimpi . . mimpi yang sama sekali kami sendiri tidak berani mengharapkan mimpi itu sempat terjadi . . atau akan benar terjadi..

Kamu sentuh aku semesta, melalui caranya mengungkapkan mimpi.. mengenai caranya merajut impian, mengenai caranya menangani masalah dan mengenai caranya memandang masa depan . .

Kamu sentuh aku semesta, melalui caranya mengukir senyum baruku, mengenai caranya membuat aku semangat kembali untuk menulis dan mengenai caranya untuk berdebat denganku mengenai hal yang sudah masing-masing kami sangat yakini kebenarannya . . mengenai indahnya kota kamu berasal, mengenai hiruk pikuknya kotaku tinggal . . mengenai sakitnya putus cinta dan indahnya memulai hal baru . . mengenai indahnya pelangi, dan buruknya badai . .

Kamu sentuh aku lagi semesta, mengenai caranya memutar pikiranku tentang hidup, mengenai caranya menyentuh kesensual pikiranku yang terdalam, mengenai caranya untuk membuatku liar dalam berimajinasi . .

Lalu, semesta . . setelah kamu mencoba sentuh aku . . kamu hantam aku keras, dengan kedatangannya . . dan aku semakin jatuh . .
Lalu, semesta . .
setelah aku jatuh begini, aku kira kamu pergi . . ternyata kamu masih mengiringi jalanku ya ? melalui tangannya memegang tangan dan memeluk badanku ?
atau melalui jempolnya yang mengetik kalimat-kalimat silly kepadaku ?

ah semesta,
aku dulu menganggap kamu sesuatu yang bias . . sekarang aku tau, semesta itu wujudnya seperti apa . .

(:

Minggu, 09 Juni 2013

For You ..

I’m sitting here in a place of peace and beauty,
But on my mind it’s only you.
Being held in your arms, the touch of your hands;
The feel of your kiss, there has never been a better feeling.

God, am I dreaming?
I wanna feel you, I wanna feel your arms around me,
I wanna feel you while our breath mingles, Oh I wanna feel you.
Am I just crazy? Is this all in my head?

I know I can seem a bit crazy sometimes, so..
Would you wanna feel me?
Feel my arms around you, feel the touch of my hand,
Feel me while my breath mingles with yours;

Would you wanna feel my heart race as we embrace,
See the excitement in my eyes when I see your face?

Am I dreaming?
I don’t know.
I do know, This is the peace and beauty I wanna feel,

Here in your arms. 

Thank god